Energi Alternatif
Wednesday, November 1st, 2006Alternatif bisa diartikan sebagai pilihan yang bisa digunakan selain yang ada. Jalur alternatif yang biasa digunakan para pemudik lebaran mengandung arti sebagai jalur lain yang bisa digunakan oleh pemudik selain jalur normal, dengan tujuan untuk menghindari kemacetan ataupun menghindari kerusakan jalan. Dalam pemilihan alternatif harus memperhatikan tujuan dari pemilihan alternatif tersebut.
Energi alternatif adalah energi yang bisa digunakan selain energi konvensional yang ada, meskipun semua energi pada hakikatnya adalah konvensional karena sudah ada sejak lama, namun energi konvensional di sini mengacu pada energi yang sering digunakan pada satu daerah. Energi konvensional Indonesia adalah minyak, batubara dan gas bumi. Ketiganya tergolong bahan bakar fosil (bahan bakar yang sangat tua sekali
)
Energi konvensional akan habis, laju konsumsi dari energi konvensional tidak seimbang dengan laju produksi penyediaan energi konvensional. Primadona energi konvensional adalah minyak bumi dengan segala turunannya. Konsumsi energi dari minyak bumi mencapai 63% dari konsumsi energi total nasional per tahun 2003, cadangan minyak bumi Indonesia ± 95 miliar barel, dengan laju produksi 500 juta barel pertahun diperkirakan cadangan minyak Indonesia hanya untuk 18 tahun ke depan. Gas bumi digunakan sebesar 17% dari energi total nasional per tahun 2003, cadangan gas bumi yang dimiliki Indonesia sekitar 566 TSCF (Tera Standard Cubic Feed) dengan laju produksi sekitar 3 TSCF pertahun, cadangan gas bumi Indonesia bisa untuk 61 tahunan. Batubara sebagai sumber energi konvensional memiliki cadangan untuk 147 tahun dan digunakan 8% dari total konsumsi energi nasional.
Menipisnya cadangan ternyata diiringi dengan naiknya harga dari energi. Ini merupakan sebuah hal yang menulitkan baik bagi pemerintah,penyedia energi (Pertamina) terlebih lagi bagi penduduk yang menjadi pengguna energi tersebut.
Stagnasi dan pilihan sulit didorong oleh kebutuhan energi yang semakin mendesak dan selalu meningkat, munculah ide-ide penggunaan energi alternatif. Indonesia kaya akan sumber energi alternatif. Dari angin sampai dengan nuklir.
Energi alternatif yang banyak dikembangkan dan sedang digandrungi saat ini adalah biofuel atau bahan bakar dari minyak nabati bisa berupa biodiesel ataupun bioethanol. Biodiesel dibuat dari proses transesterifikasi minyak nabati seperti CPO (kelapa sawit), CJO (jarak pagar) ataupun minyak kelapa. Sedangkan bioethanol dihasilkan dari proses fermentasi tumbuhan berserat semisal tebu atau singkong. Kedua jenis bahan bakar tersebut diproyeksikan untuk mengurangi konsumsi solar (biodiesel) dan bensin (bioethanol). Sementara ini masih digunakan dalam bentuk campuran, untuk penggunaan murni 100% biodiesel atau bioethanol diperlukan perubahan pada mesin atau dilakukan penambahan converter kit
) dan acara yang paling dinanti adalah buka bareng alias BuBar entah dengan teman kantor, teman sekolah, ataupun teman lama lainnya karena selain acara intinya makan-makan (apalagi yg gratisan, wuih, enak banget) juga bisa berkenalan dan memperat silaturrahim, siapa tahu di acara seperti itu bisa mendapatkan pujaan hati baru…
… dari beberapa kiasan tadi MY RIB adalah kesayanganku…selain Bidadari tentunya…
…wah pokoknya hampir nyaingin dengan mudiknya penduduk waktu lebaran…(katanya sih)