Archive for November, 2006

Energi Alternatif

Wednesday, November 1st, 2006

Alternatif bisa diartikan sebagai pilihan yang bisa digunakan selain yang ada. Jalur alternatif yang biasa digunakan para pemudik lebaran mengandung arti sebagai jalur lain yang bisa digunakan oleh pemudik selain jalur normal, dengan tujuan untuk menghindari kemacetan ataupun menghindari kerusakan jalan. Dalam pemilihan alternatif harus memperhatikan tujuan dari pemilihan alternatif tersebut.

Energi alternatif adalah energi yang bisa digunakan selain energi konvensional yang ada, meskipun semua energi pada hakikatnya adalah konvensional karena sudah ada sejak lama, namun energi konvensional di sini mengacu pada energi yang sering digunakan pada satu daerah. Energi konvensional Indonesia adalah minyak, batubara dan gas bumi. Ketiganya tergolong bahan bakar fosil (bahan bakar yang sangat tua sekali Image)

Energi konvensional akan habis, laju konsumsi dari energi konvensional tidak seimbang dengan laju produksi penyediaan energi konvensional. Primadona energi konvensional adalah minyak bumi dengan segala turunannya. Konsumsi energi dari minyak bumi mencapai 63% dari konsumsi energi total nasional per tahun 2003, cadangan minyak bumi Indonesia ± 95 miliar barel, dengan laju produksi 500 juta barel pertahun diperkirakan cadangan minyak Indonesia hanya untuk 18 tahun ke depan. Gas bumi digunakan sebesar 17% dari energi total nasional per tahun 2003, cadangan gas bumi yang dimiliki Indonesia sekitar 566 TSCF (Tera Standard Cubic Feed) dengan laju produksi sekitar 3 TSCF pertahun, cadangan gas bumi Indonesia bisa untuk 61 tahunan. Batubara sebagai sumber energi konvensional memiliki cadangan untuk 147 tahun dan digunakan 8% dari total konsumsi energi nasional.

Menipisnya cadangan ternyata diiringi dengan naiknya harga dari energi. Ini merupakan  sebuah hal yang menulitkan baik bagi pemerintah,penyedia energi (Pertamina) terlebih lagi bagi penduduk yang menjadi pengguna energi tersebut.

Stagnasi dan pilihan sulit didorong oleh kebutuhan energi yang semakin mendesak dan selalu meningkat, munculah ide-ide penggunaan energi alternatif. Indonesia kaya akan sumber energi alternatif. Dari angin sampai dengan nuklir.

Energi alternatif yang banyak dikembangkan dan sedang digandrungi saat ini adalah biofuel atau bahan bakar dari minyak nabati bisa berupa biodiesel ataupun bioethanol. Biodiesel dibuat dari proses transesterifikasi minyak nabati seperti CPO (kelapa sawit), CJO (jarak pagar) ataupun minyak kelapa. Sedangkan bioethanol dihasilkan dari proses fermentasi tumbuhan berserat semisal tebu atau singkong. Kedua jenis bahan bakar tersebut diproyeksikan untuk mengurangi konsumsi solar (biodiesel) dan bensin (bioethanol). Sementara ini masih digunakan dalam bentuk campuran, untuk penggunaan murni 100% biodiesel atau bioethanol diperlukan perubahan pada mesin atau dilakukan penambahan converter kit

Who Moves My Cheese

Wednesday, November 1st, 2006

Cerita ini saya dapat dari buku yang berjudul sama, buku yang awalnya enggan saya baca, ternyata memberikan kesan yang sangat mendalam. Buku yang sangat tipis dan ringan tapi ternyata memberatkan pikiran.

Cerita ringan mengenai kehidupan sehari-hari 2 ekor tikus dan 2 orang kurcaci. Tiap hari mereka mencari "cheese" dalam lorong-lorong labirin sebagai sumber makanan. Kedua tikus karena keterbatasan otak dan daya analisisnya hanya mampu berlari ke lorong-lorong labirin secara trial and error, satu ekor sebagai penganalisis sedang yang lain sebagai pencari. Kedua kurcaci yang dianugrahi daya pikir sedikit lebih dari tikus, menggunakan analisisnya untuk memudahkan pencarian "cheese". Keempat tokoh selalu giat berlari dalam lorong untuk mencari gudang "cheese", sesekali mereka menemukan ceceran "cheese"

Pada akhirnya mereka menemukan gudang "cheese" dalam sebuah lorong. Di sinilah cerita mulai menarik… dua orang kurcaci dengan sombong dan terlenanya menganggap gudang itu sebagai layaknya istana yang nyaman dan milik mereka selamanya, mereka lupa akan kebiasaan berlari dalam lorong labirin demi "cheese"…sebaliknya dua ekor tikus tersebut tetap waspada…mereka tetap datang pagi ke gudang, mengamati keadaan gudang dan tidak melupakan kebiasaan berlari dalam lorong.

Akhirnya "cheese" dalam gudang tersebut habis, yang tersisa hanya "cheese" yang basi dan berjamur. Kurcaci yang biasa terlena dalam kemewahan "cheese" dibuat kaget dan tak terpercaya "cheese" kebanggaan mereka musnah dan habis. Mereka merenung dalam gudang, dan sampai pada satu kesimpulan ada yang memindahkan "cheese" kesukaan mereka. Hanya bisa merenung tanpa berbuat apa-apa, paling-paling cuman teriak ke gudang kosong " WHO MOVED MY CHEESE?" dan masih menganalisa ketidakmungkinan raibnya "cheese’ mereka. Lalu bagaimana dengan kedua tikus ? mereka yang rajin mengamati keadaan sekitar gudang, baik kondisi "cheese" ataupun kondisi gudang sudah menduga bahwa "cheese" di gudang suatu hari akan hilang dan habis. Pada saat itu tiba mereka telah siap dan segera berlari kembali dalam lorong labirin untuk mendapatkan gudang "cheese" terbaru, usaha mereka memang sama sulitnya dengan pencarian terdahulu. Kegigihan akhirnya menghasilkan, dengan ditemukannya gudang "cheese" baru dengan aneka jenis "cheese" yang tidak ada dalam gudang yang lama

Lalu bagaimana dengan Kurcaci? salah seorang kurcaci, menyadari ketiadaan 2 ekor tikus dan mulai berpikir, apakah mereka berlari lagi dalam lorong labirin untuk mencari "cheese". Dia pun merasakan hasrat untuk mencari dan menyadari bahwa "cheese" mereka tidak ada yang memindahkan. Namun dai takut untuk berlari kembali dalam lorong labirin, karena sudah lupa dan terlena. Maka dia pun mengajak temannya untuk berlari lagi, namun temannya tetap bersikukuh bahwa ada seseorang yang memindahkan "cheese" mereka. Ketakutan makin melanda pada kurcaci yang ingin lari lagi.

Kelaparan akhirnya mengalahkan ketakutan, disertai dengan analisis dan pengalaman yang hampir terlupakan dia pun menyusuri labirin, lorong demi lorong, akhirnya dia sampai juga di gudang "cheese" terbaru.. di sana dia sudah menemukan dua ekor tikus yang sedang menyantap "cheese" . Kurcaci tersebut selalu berharap temennya mau menyusul dirinya dan berhenti menanyakan siapa yang memindahkan "cheese" miliknya. Kali ini dia tidak terlena dengan gudang "Cheese" baru.

"Cheese" adalah kebahagiaan yang dimiliki setiap orang, bisa berupa jabatan,pekerjaan ataupun pasangan hidup (my rib). Ketika kita memiliki kebahagiaan tertentu janganlah terlena, karena semua hal di dunia ini selalu mengalami perubahan. Bagaimana cara menyikapi perubahan itulah yang penting.

Sebagai contoh: sudah bertahun-tahun Leo berprofesi sebagai wartawan khusus ekonomi dan bisnis, tulisannya pun cukup bagus dan dia sangat menikmatinya karena sesuai dengan latar belakang pendidikannya, suatu hari dia dipindahkan ke bagian politik, pertama Leo merasa frustasi karena politik sangat dia benci dan dia buta akan dunia politik. Leo selalu merasa bahwa redakturnya pilih kasih. Akhirnya dia hanya bisa menyesali dirinya. Pada suatu titik dimana dia harus memilih dipecat atau bergelut di bagian politik, leo pun tersadar, Leo mulai belajar tentang dunia politik, tokoh nasional dan peta politik yang ada, di saat belajar itulah dia menemukan sebuah keasyikan tersendiri, akhirnya tulisannya kembali bagus dan dia mulai paham betul dunia perpolitikan. Beberapa waktu kemudian dia dipindahkan ke bagian olahraga, dia pun menikmati kepindahan itu, karena itu berarti dia bisa belajar lagi…akhirnya dia pun berhasil menjadi redaktur olahraga

Kebahagiaan tidaklah abadi, baik itu harta, kekasih ataupun keturunan. Kebahagiaan yang sesungguhnya ada dalam pencarian kebahagiaan… BELAJAR TerUs NegEriku

== MERDEKA ==

Ramadhan 1427

Wednesday, November 1st, 2006

Mau nulis tentang puasa, dalil dan hukum serta syarat dan rukunnya pasti udah pada tau dan apal, enaknya nulis tentang pengalaman puasa tahun ini aja deh….

Ramadhan 1427 ini dijalani di Ibu Kota Indonesia, Jakarta Raya, sebenarnya puasa di awali dengan hal yang sangat indah. Puasa pertama kebetulan bertepatan dengan weekend jadi bisa berpuasa di tempat sodara di Tangerang, perasaan jauh dari rumah dan keluarga pun sejenak bisa terhapus, apalagi, Ibu datang ke Jakarta, wuihh, tambah indah awal ramadhan ini, saking indahnya, sms menyesakkan dari pujaan hati bisa terlupakan

Ndilalah, kok untuk melupakan sms itu, hape nya ikut ilang sekalian… sabar…sabar

walaupun hapenya patut ditangisi tapi nomer dan phonebooknya yang lebih menyesakkan dada karena ikutan ilang, alhamdulillah atas bantuan "orang pintar" nomer Simpati bisa diaktifin lagi dan masalah phonebook bisa dicari di nomer mentari yang udah ga aktif lagi, ndilalah juga setelah nomernya aktif, pulsanya juga masih relatif banyak ("penemunya" bukan yg konsumtif banget, padahal sebelum hilang pulsanya sempat diisi) alhamdulillah

Acara dengan rating tertinggi di TV selama ramadhan ya bedug Adzan Maghrib (lelucon ga mutu dan kuno tapi kok ya masih ditampilin ya Image) dan acara yang paling dinanti adalah buka bareng alias BuBar entah dengan teman kantor, teman sekolah, ataupun teman lama lainnya karena selain acara intinya makan-makan (apalagi yg gratisan, wuih, enak banget) juga bisa berkenalan dan memperat silaturrahim, siapa tahu di acara seperti itu bisa mendapatkan pujaan hati baru…

BuBar paling melelahkan adalah BuBar marathon dari Jum’at sampai Sabtu, Jum’at sore (iyalah mosok acara BuBar diadain pagi hari) BuBar temen-temen sekolah di SMU dulu, BuBar sekaligus reunian , karena sejak lulus SMU dan terpisah untuk kuliah di tempat yang berbeda-beda, seru, dan asyik deh bisa melepas kangen sama temen-temen.  Reuninya koq keterusan, ada temen yang mau nginep di tempat kos Tebet karena faktor jauhnya kosnya dia…..ya udah deh bisa ditebak, ketemu kawan lama adalah sama aja dengan begadang untuk bertukar cerita seru…he…he…he..

Padahal sabtu sorenya udah janjian BuBar dengan temen-temen kuliah dulu dan kebetulan lokasinya di Serpong nan jauh di sana, siangnya (abis begadang abis-abisan, bangun tidurnya ya jam 10-an, tapi tak lupa sholat shubuh dan sahur kok…) udah deh nganterin teman ke kosannya sebagai kunjungan kenegaraan balasan, dan, alhamdulillah panas teriknya Jakarta menambah berat perjalanan ke Tomang Raya dari Tebet… untung masih kuat…..

setelah tidur siang secukupnya di Tomang dengan diselimti hawa panas Jakarta, bangun untuk memulai perjalanan ke Serpong….. sampai di Serpong, horeeee…. ketemu lagi sama temen kuliah, walaupun bukan reuni lagi karena sudah sering ketemu, tapi tetep aja, ketemu kawan lama ya begadang lagi, (ihhh..harusnya nasehatnya bang haji Rhoma Irama khan didengerin) yang ini lebih gila lagi, karena jumlah temennya ada banyak maka begadangnya ga diselingi tidur sebelum sahur, alias begadang sampai sahur… (dari BuBar jadi SaBar….he..he…he)

Walhasil dapat ditebak lagi, ngantuknya bukan maen, dua hari berturut-turut begadang…. dan parahnya lagi minggu harus ke sodara di Serang, untuk ngasihin tiket KA buat balik dari Jawa (JAkarta juga Jawa khan???) karena hanya hari itulah yangmemungkinkan…terpaksalah, siang-siang jam 11-an pergi ke Serang dengan menikmati panas teriknya Tangerang untuk menuju terik dan gerahnya hawa di Serang… akumulasi antara ngantuk, lapar dan panas adalah ramuan tepat untuk tidur selama perjalanan Tangerang-Serang, meskipun memakai bis non AC karena saking lamanya nungguin bis AC ga dateng-dateng dan keburu ngantuk pakai bis non AC juga ga kerasa….

BuBar dan perjalanan selama ramadhan 1427 ini yang paling berat untuk sementara, karena ujian terberat adalah perjalanan Mudik, untuk mendapatkan tiketnya aja udah berat, mana harga nya naik dari biasanya lagi….rghhhh…. semoga entar perjalanannya ga terlalu berat deh…

19 Ramadhan 1427, Tebet

Nafas Embun Resapan Yakin

Wednesday, November 1st, 2006

Pagi, udah berapa lama tak kutatap indahnya pagi, semburat mentari mulai menapaki hari, membaginya cahaya dengan sapaan hangat. Roda kehidupan pun mulai berputar kembali, perlahan namun pasti.

Celoteh kecil kehidupan di sudut kota megapolitan Jakarta, bunyi KRL memecah udara yang belum tersingkap penuh mentari pagi, deru kehidupan mulai nafasnya lagi, sirna sudah penat dan lelah kemarin,

Di sudut itu, dulu, entah kapankah itu, aku masih bisa melihatnya, suasana pagi, walau tak seindah pagi di Banyumanik, tapi tak terlihat secercahpun kejam dan ganasnya wajah ibu kota.

Embun, ahhh, mana ada di kota ini setetes embun, jangankan embun hujanpun enggan tercurah. Tapi, pagi itu Jum’at 29 September 2006, keringnya jiwa seiring dengan terbangnya hati, terjerembab dalam musim kering berkepanjangan, kulihat embun !!! embun terbalut cahaya merah muda menyejukan jiwa

Sayang, cuman setetes dan berlalu terlalu cepat, kering belum terbasahi, sudah berlalu embun itu. Kuambil daun, kukumpulkan embun, ahhhh, betapa kejamnya udara kering ini, menguapkan embunku.

Kilasan embun setetes meresap dalam keyakinan jiwa, embun itu seolah menggoda dalam fatamorgana…. Melambai seolah tergapai, menetes lalu sirna terserap tanah.
Yakinku teresap, sebagaimana resapan embun pagi, kering hati tak akan selamanya ada, hujan kan segera turun, menggantikan tetesan embun menyejukkan hati.

Biarlah, aku hanya butuh embunku membasahi jiwaku, tak perlu hujan, sungai atau laut samudra, aku hanya ingin kau embunku….
Mengalir dalam nafas dan resapan keyakinan jiwaku….

- embun menetes menbawa senyum bidadari -

untukmu bidadari

Dara Yang Aku Harapkan

Wednesday, November 1st, 2006

Datangmu wahai dara,

hanya UNTUKKU, kuyakinkan itu slalu, sampai kuteguhkan jiwaku. Dara datang dalam kecilnya duniaku, kau rangkaikan hidupku dalam jalinan dan sulaman aransemen waktu menawan….

Hilang dan hampa,

Dara, datangmu dalam duniaku hanya sekejap, menerangi ruang dengan cahaya pelangi, penuh warna suka, warna duka warna amarah dan warna cinta. Hilangmu, terpisahkan jarak ditentukan waktu… meninggalkan bayang dalam mata dan hatiku, sendiri sunyi lagi

-Dara terbang tak hinggap lagi-

dalam kesedihan hati

MY RIB WHERE ARE U?

Wednesday, November 1st, 2006

Wanita diciptakan dari tulang rusuk katanya biar sejajar dengan lelaki, tidak dihormati bagai seorang kepala atau diinjak laksana sebuah kaki. Diciptakan dari tulang rusuk yang berada di tengah.

Tugas wanita adalah melindungi kehormatan lelakinya…. bagaikan tulang rusuk yang melindungi jantung dan hati seseorang… sangat mulia tugas tulang rusuk, semulia tugas seorang wanita,istri dan terlebih seorang ibu

Rusuk yang hilang berbentuk bengkok…. menurut para ustadz…wahai kaum lelaki perlakukanlah wanitamu jangan terlalu keras dan jangan pula terlalu lemah…sayangilah selalu dia dengan rasa sayang yang pantas dan layak dia peroleh….

Soulmate, belahan jiwa, jantung hati adalah kiasan yang umum digunakan untuk menunjukan wanita yang sangat dicinta dan disayangi…Image… dari beberapa kiasan tadi MY RIB adalah kesayanganku…selain Bidadari tentunya…

Phonebook di HPku berjudul my rib untuk seorang wanita yang sangat amat kusayangi

Another Moedix

Wednesday, November 1st, 2006

Ra krasa, pasa taun iki wis meh enthek neh, padahal pasane lan ‘ibadahe isih akeh salah lan bolonge …

Padha karo pasa lan riyaya taun-taun kepungkur, taun iki acara mudik balik menyang kutha halaman tetep ning Semarang, kutha kelairan. Lha meh balik ndi neh? kluarga, Ibu lan sedulur ana ning Semarang, mosok meh mudik ning Solo, kampunge sapa?!?!?!

Taun wingi acara mudik ra krasa babar blas, mudik kok saka Djogja ning Semarang, lah mung sak nyuk thok … Nanging taun iki wis mulai ngrasane abote mudik (maneh), mudik bareng sayuta luwih wong Jakarta…walah2 abot tenan cah. Wingi ae pas mudik 17-an alias moedik merdeka, golek tikete wis angel po neh saiki, mbah e segala mudik, alias the main mudix of the year.

Golek tiket-e jane gampang, saiki PT KAI (PT sing nglakokne sepur ning Endonesa) nduweni inisiatif pemesanan tiket isa dipesen 30 dina sadurunge dina Dy (he…he…he) tapi yo kuwi, riyayane selasa tanggal 24 preine mulai tanggal 23 yo wis kabeh pengen do mudik dina Jum’at mbengi…. blaik…. pas golek tiket nggo tanggal 20 (jum’at mbengi)..antrine cah dawa banget, dan berhubung pas golek tiket dikancani kaliyan wanita yang tercinta, dadi ra tegel nggo ngantri ning stasiun Jatinegara. yo wis…. minggu ngarep neh ae, tur duit-e yo sih cekak, kudu mesenke tiket nggo masku san, wis yen diitung-itung minggu ngarep ae lah….

Minggu ngarepe, 30 september lan 1 oktober, golek tiket dimulai neh…. setu tanggal 30 september golek tiket ning Stasiun Jatinegara, wee…lah antriane sih sepi, asyik..asyik.. tapi pa di delok ning daftar kursi lan sepur uga rega tiket… jebule tiket tgl 20 mbengi nggo kabeh jurusan enthek bin ludes alias ra isa balik tanggal kuwi.

Tiket Semarang gari ana tanggal 19 mbengi (senja utama, 100  ewunan, padahal biasane 75 ewu) utawa Argo Muria jum’at esuk (350 ewu) walah…. PT KAI mremo tenan ik, pikir di pikir, balik kemis mbengi apa jum’at esuk kok podho ae, Jum’at ra isa mlebu kerjo… (Sengsara Membawa Nikmat), tapi bedane sing kemis mbengi Insya Allah isih isa sholat jum’at yen sing Jum’at esuk jelas Jum’atan isih ning sepur, tur, pasa-pasa ki enake mlaku pas mbengi2 ra krasa sing ngeleh, lan alesan sing utama yo dana cekak, apa neh, Jum’at bar kelangan hape, wis manteb tuku tiket sing tanggal 19 senja utama semarang mangkat saka Jatinegara, muga2 penumpange rung kebak (amin)….

Lha, saiki tugas nggoleke tiket nggo masku, saka Malang nyang Jakarta, sepure ya mung siji Gajayana, tak tiliki regane, weee…300 ewu, waduh duitku ra cukup, tur ngko yen tuku sisan dikira calo, wonge siji tukune tiket akeh, kuwi ae rung golek tiketku balik neh ning Jakarta.

Minggu, 1 oktober, bosen antri ning Jatinegara, pengen antri ng stasiun liyane ah, moedik merdeka wingi isa golek tiket ning Stasiun Djuanda (sing warnane biru), ruang tunggune adem tur enak pelayanane, pas tekan kana?? lho endi ki loket pemesanan tiket-e, ealah, jebul nya wis ra isa pesen lewat kono neh, padahal yo wis maca ning koran lan detik yen PT KAI mbukak pelayanan on line ning beberapa stasiun, stasiun Djuanda ra klebu, ngotot dengan PeDE 100% golek tiket ning Djuanda, yo wis mung nemu stasiun kosong,

Wah, enake pesen ndi ya??? Gambir saknyukan mlaku apa Kota yo mung saknyukan nyepur neh… Gambir mesti rame karo calo ln antrine..ah mending ning Kota ae. Mak lessss ujug-ujug wis tekan Stasiun Kota, mara ning ngarepe Loket tertulis " Untuk SementaraTidak Online, sebaiknya pesan dari stasiun asal" wah..ki piye, padahal wis dipeseni karo mas kon golek tiket.

Wong PT KAI ki pinter-pinter,tulisan kuwi nggo njaga ben tiket balik ra enthek dipesen saka Jakarta, lha wong pas ngleboke formulire ning loket, kok ya isih isa online….JAN…JAN…. yo wis tiket Gajayana wis kecekel….

saiki golek tiketku balik saka Semarang, ndelok daftar sepur…horeeeee….. Kamandanu isih ana, regane dadi 250 ewu padahal biasane 150 ewu, yo wis ra pa palah, idep2 ngenake awak. Pas meh mesen ki kelingane Kamandanu mangkat isuk jam 10-an sebab pas mudik merdeka numpak kamandanu saka Jakarta, isuk jam 10-an, yo wis mesen tiket mangkat minggu tanggal 29 ben isa tekan Jakarta sore, dadi isa ngaso sik…. tik..tik, Pak Petugas Loket ngleboke kode sepur lan tanggal mangkate…" Wah, mas abis"…. aduh..piye iki… panik sik, po numpak fajar utama ae yo…aduh…piye ki, yo wis ngurek ngurek ning formulir-e :" Pak, mangkat tanggal 28 ae wis" yo wis lah tekan Jakarta setu sore ra papa pikirku, krit…krit…printer pitane PT KAI muni, "250 ewu mas" serah terima terjadi, weeee..horeee….. jebule kamandanu mangkat saka Semarang mbengi, bejane pesen tanggal 28 dadi tekan Jakarta minggu, yen entuk tgl 29 po ra teka dhok Jakarta, njur nyambut gawe… alhamdulillah… ra kepikiran babar blas, padahal yo wis tau tuku tiket Kamandanu saka Semarang,

sippp….balik saka Kota wis ayem, tiket balik wis ana, tiket pesenane mas ya wis ana, mudik pancen penake wis dirancang lan pesen tiket suwe sadurunge dina Dy (halah)…

Selamat Idul Fitri

Mohon Maaf lahir dan Bathin

semoga amal dan ibadah kita selama Ramadhan diterima oleh Allah

(amin)

Met Moedik YA, salam buat kluarga

MOeDik MerDekA

Wednesday, November 1st, 2006

Memperingati HUT Ri yang ke 61 Tahun 2006 ini, penduduk Indonesia dianugrahi dengan liburan panjang akibat adanya HArpitNas dan Tanggal merah seninnya (Isra Mi’raj)… walhasil… acara mudik menjadi rencana bagi sebagian besar penduduk Indonesia Raya tercinta dan terutama urban-urban di kota Jakarta.. Jauh hari tiket perjalanan Kereta Api untk arah Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah habis bin ludes untuk tanggal pemberangkatan 16 Agustus malam dan 17 Agustus pagi sampai malam…weleh2X

Puncak poeLang KampoeNg memang diprediksi tanggal 16 dan 17, tanggal 16 kebanyakan diisi oleh pekerja swasta, yang tidak memiliki kewajiban untuk berupacara pada tanggal 17 nya, atawa para karyawan plat merah yang berani mengambil resiko membolos.. tanggal 17 pagi dipenuhi oleh karyawan plat merah dan sisa karyawan swasta yang kehabisan tiket tgl 16 Image…wah pokoknya hampir nyaingin dengan mudiknya penduduk waktu lebaran…(katanya sih)

Arus balik …. hmmm ini sama aja… tanggal 21 pagi sampai 22 pagi merupakan masa angkutan penuh…(kenapa ya orang selalu berpikiran pulang dan pergi pada tanggal yang sama…) untuk menghindari puncak arus balik ini… terpaksa memotong waktu dan masa liburan deh.

Tapi apapun itu Poelang KAmpOenG bin Moedik adalah peristiwa bersejarah dan selalu ditunggu jutaan penduduk Jakarta, semoga aja perjoeangan Para pemoedik diilhami oleh Perjoeangan Para Pahlawan KemerdekaaN… MERDEKA !!!!!!!!!!!

Mass Rapid Transportation (MRT)

Wednesday, November 1st, 2006

Jangan, anda jangan sekali-sekali membayangkan MRT yang dimaksud di sini adalah busway, monorail apalagi sampai subway yang baru mau akan direncanakan untuk digunakan di ibu kota Indonesia tercinta Jakarta beberapa tahun ke depan……..

Hakekat dari MRT adalah moda angkutan untuk orang banyak, khusus dalam segmen ini angkutan darat, jadi lupakan juga angkutan laut dan udara yang harus disertai doa dan keikhalasan yang penuh ketika menaikinya.

Syarat untuk disebut MRT hanya dua, moda transportasi (darat) dan bisa mengangkut orang banyak.  Moda transportasi adalah sarana atau media yang dapat memindahkan barang/orang dari satu tempat ke tempat lain, anda adalah salah satu moda transportasi, anda bergerak memindahkan barang, sesekali memindahkan orang (dalam artian dibawa/digendong, bukan menyuruh pindah). Orang banyak yang dimaksud di sini ya orang banyak, yang terdiri dari minimal 6-7 individu, ambil contoh anda lagi, anda bila sendiri disebut sebagai bujangan atau gadis bisa juga sih disebut duda,janda atau jomblo. Tetapi bila anda bersama 6 teman anda, maka anda berubah status menjadi orang banyak. MRT adalah alat untuk memindahkan minimal 6 orang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Apakah MRT favorit semua orang? MRT favorit semua orang termasuk di sini penulisnya adalah satu murah dan sangat terjangkau (kalau boleh sih maunya gratis), kedua nyaman,full ac, musik, dan bebas pengamen, ketiga anti macet, salah satu tujuan dari MRT adalah mengurangi kemacetan, jadi ironis dan lucu sekali bila MRT ternyata membuat macet dan menambah kemacetan.

MRT favorit saya adalah angkutan kota alias angkot (mungkin punyanya Haji Imron). Angkot adalah andalan MRT sebuah kota besar. Sebuah kota belum bisa dikatakan kota bila belum punya angkot. Kekhasan dari angkot adalah formasi 4-6 yang fleksibel terhadap serangan balik ataupun umpan silang, warna-warni yang berbeda dari masing- masing kota, bahkan ada beberapa kota yang memiliki beragam warna. Coba bayangkan sebentar saja, akan terbentuk sebuah maha karya seni hebat ketika angkot dari berbagai kota dijadikan satu dalam sebuah aransemen di areal parkir, tentunya dikomdoi oleh para kernet dan tukang parkirnya.

Konsekuensi dari seringnya berpindah-pindah lokasi adalah saya menjadi akrab dengan berberapa jenis angkot.

Kota Semarang, kampung halaman saya, kebetulan saya dari kecil suka main di pasar yang kini diubah tanpa sihir lho, menjadi sebuah stanplat atau sub-terminal feeder. Angkot di Semarang berwarna oranye. Kebanyakan menggunakan kendaraan Daihatsu Zebra. Hanya ada satu trayek yang menggunakan jenis Toyota Kijang (mikrolet) kebetulan trayek itu adalah trayek dari kampung saya di Banyumanik ke Rejomulyo via TanahPutih. Dahulu kala angkot adalah rajanya MRT di Semarang, tetapi semakin lama keberadaannya terancam dengan adanya armada-armada minibus. Sekarang, naik angkot di Semarang melambangkan prestise, sama-sama menggunakan MRT, naik angkot lebih keren daripada naik minibus yang relatif lebih murah dalam ongkos. Mikrolet adalah angkot yang sering saya gunakan di Semarang, terutama untuk mencari oleh-oleh khas Semarang, wingko di Bubakan.

Kota Bekasi, angkot kota Bekasi berwarna merah kecoklat-coklatan. Kekhasan dari angkot Bekasi adalah sebutan untuk trayek yang dilaluinya. Bila anda ke Bekasi da menemukan tulisan K-9 jangan dikira di situ ada markasnya satuan anjing pelacak brimob, Atau menjumpai K-3, jangan sekali lagi jangan diasumsikan dengan sloga pemerintah di bidang keselamatan kerja ataupun lingkungan. Angkot Bekasi membedakan trayeknya dengan huruf K diikuti nomer. K adalah singkatan dari KOASI, KOASI sendiri singkatan Koperasi Angkutan Bekasi, benar-benar singkat bukan? Angkot favorit saya di Bekasi adalah K-17 yang selalu siap sedia mengantar kembali dari sekolah atau mengantar jalan-jalan menuju Mall terdekat

Kota Jogjakarta, adalah sebuah anomali dalam terminologi kota. Jogja tidak punya angkot, mereka hanya punya angkudes yang siap mengantarkan barang/orang dari desa ke desa. Meskipun demikian, Jogja adalah sebuah kota, karena memiliki yang namanya Bus Kota. Sebenarnya aneh, Jogja jalannya kecil tapi menggunakan bus kota (minibus sih). Penamaan trayek di Jogja juga khas, mereka menyebutnya Jalur. Misalnya Jalur 7 atau Jalur 5. Operator-operator utama bus kota di Jogja antara lain: ASPADA, PUSKOPKAR,KOBUTRI, dan KOPATA dari armada milik swasta sedangkan armada milik pemerintah diwakili oleh DAMRI. Bus Kota kesayangan saya adalah Jalur 12 atau 15 keduanya yang mengantarkan saya selama 7 tahun menimba dan menuntut ilmu di Universitas Gadjah Mada. Uniknya selama saya 7 tahun lebih di Jogja saya sudah mengalami beberapa kali kenaikan ongkos, setiap tahun bisa dihitung, tahun ke 2 naik 2 kali lipat dari biaya tahun1, tahun ke 3 naik 3 kali dari ongkos tahun pertama begitu seterusnya.

Serang, Banten. Angkot yang paling aneh yang pernah saya temui. Tidak ada trayek khusus, hanya berdasarakan suara terbanyak yang diikuti oleh Pak Sopir (angkot yang menganut suara terbanyak dan sangat demokratis bukan). sebelum naik angkot di kota Serang meskipun sudah ada Nomer pertanda trayek, jangan sekali-kali naik angkot tersebut sebelum menyebutkan tujuan anda. Seperti naik taksilah, kalau sesuai dengan arah semula maka anda bisa ikut naik, kalau tidak tunggu yang lain, atau kalau rombongan anda lebih banyak daripada jumlah penumpang yang ada, Pak Sopir yang demokratis akan mengganti trayeknya sesuai dengan tujuan anda. Bagaimana dengan penumpang yang sudah ada? Dengan bersungut-sungut kecewa mereka keluar untuk mencari angkot yang lain, uniknya Pak Sopir tidak bisa menarik uang dari mereka, sebagai konsekuensi diturunkan di tengah jalan.

Jadi ada beraneka ragam angkot di Indonesia ini, tidak cukup dalam satu tulisan untuk menceritakan semua itu. Mungkin anda punya cerita suka duka bertravelling menggunakan MRT tipe angkot, anda bisa berpartisipasi di dalam penulisan seluk beluk perangkotan ini.