Sinetron dan RCTI

Televisi swasta
tertua di Indonesia adalah RCTI, beralamat di Kebon Jeruk dekat dengan jalan
tol Jakarta – Tangerang, terlihat jelas ketika menjalani ritual macet di pintu
tol kebon jeruk sampai tomang (macet kok ritual …namanya juga Jakarta)

Anyway
(wekekekk…keren juga pake kata eniwe) di sini bukan mau ngomong tentang
macetnya Jakarta (diomongin pun akan tetep macet) atau tentang RCTI dengan
menara penyangganya model tripot (untuk mengurangi beban tekanan pada menara
utama dan mengurangi area untuk pemancangan/ tali pancang menara maka dibuat
menara penyangga), pada kesempatan berbahagia ini ijinkanlah saya selaku tuan
rumah mengucapkan terima kasih atas kesediaan bapak – bapak dan ibu – ibu pada
acara kami (lah kok malah pidato)

Anyway lagi
karena yang tadi juga ga masuk di akal, di sini kita mau ngomong tentang
sinetron di RCTI, yang anti-sinetron (palagi sinetron Indonesia), yang abstain
dan yang fanatik sinetron silakan baca dengan santai, Setiap ada kesempatan
nonton tivi, slalu aja pas tivi-nya disetel RCTI dengan acara sinetron…(fhewwww)
kalo ga nonton si Wulan ya si Intan….(heleh..heleh), Sinetron kok ya masih
memunculkan ide cerita antara si Kaya dan si Miskin, dengan menebar impian akan
kekayaan, satu hal yang menarik kok dua – duanya menampilkan cerita single
parent ya? Ajakan atau permisivitas kita akan fenomena single parent? Klo yg
ini dibahas pada bagian laen aja.

Dari segi
sinematografi (pengambilan gambar oleh kamera) sinetron

Indonesia

ga kalah dari sinetron

asia

lainnya, yang jauh berbeda adalah kualitas akting
dan ceritanya, beberapa orang artis memang mempunyai akting bagus, walaupun
kebanyakan pas – pasan (untuk mengatakan tidak bisa akting sama sekali kayaknya
kurang sopan deh)…

Dari beberapa
gelintir sinetron di RCTI ternyata ada yang bisa bikin kita setia nongkrongin
tuh tivi. Pertama, sinetron Jadul berjudul Si Doel seri-seri awalnya layak kita
nantikan (cerita dan gambarnya juga oke), trus belom lama berselang DTK (Dunia
Tanpa Koma) mengusung beberapa bintang terkenal, menyuguhkan cerita lain
daripada yang lain dan tetap dengan kualitas gambar bagus. Selanjutnya,
Pengantin Remaja (diputar setiap Senin malam jam 19.00) apanya yang
menarik?!?!?!?! Ceritanya meski mudah ditebak tetapi karena bertema drama
komedi jadi enak aja ditontonnya ( palagi yang maen keren – keren, para cowo
bisa liat aktingnya allysa soebandono, dan bagi para cewek bisa mantengin si
Cristian Sugiono maen).

Last but not
least, Serial TV Jomblo, dibuat based on film yang berjudul sama “Jomblo”, RCTI
sudah belajar dari pengalaman terdahulu, ketika mengangkat A2DC ke dalam layer
kaca, mereka mengalami kegagalan (susah juga sih keluar dari bayangan film A2DC
yang bikin heboh Indonesia) apalagi dengan pemeran yang benar – benar berbeda,
abis bener – bener abis tuh sinetron yang pada akhirnya ceritanya menjadi klise
seperti halnya sinteron remaja laennya. Back to jomblo, nih sinetron dan film
pemeran utamanya adalah sama termasuk sutradaranya juga sama (Hanung Bramantyo,
correct me if I was wrong) Pak sutradara ga mau menyerahin itu sinetron ke
orang laen mungkin untuk menjaga ritme dan image dari film “Jomblo” walhasil
sinetron seolah – olah nyambung dengan filmnya.

Akhirnya, bisa
ditarik kesimpulan, sinetron yang sangat membosankan adalah sinetron penuh tangisan,
menebar impian hedonis (apalagi nih…???), dan bertele – tele alias
memperpanjang cerita hingga cerita utamanya pun ilang…ini adalah cirri khas
kebanyakan sinetron

Indonesia

Sinetron yang
enak ditonton adalah ceritanya bagus (biasanya sih suka yang komedi), aktingnya
bagus dan gambarnya bagus (include visual effect-nya bila ada) selain sinetron
di RCTI beberapa sinetron laen yang enak ditonton di tivi laen adalah Gita
Cinta dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati (sambungannya gita cinta) dan
beberapa sitkom seperti OB, tante tuti, bajaj badjuri seri pertama…

So, mulai
sekarang tonton sinetron yang bermutu, say no to cliché sinetron…..

Leave a Reply