Hati berbicara, Jiwa Mendengar

Hati kok bicara, yang bisa bicara itu ya mata mulut, dan yang mendengar itu kuping eh bener ding telinga bukan Jiwa….

Ketenangan jiwa bisa mendengarkan suara hati seseorang, di sini tidak akan membahas tentang kewajiban wakil rakyat untuk mendengarkan saura rakyat.

Jiwa yang tenang apalagi dari jiwa yang saling terkait (maksudnye lagi kena panah asmara alias jatuh cinta) akan saling mendengar suara hati pasangannya tanpa perlu ada sepatah katapun terucap. Seolah - olah getaran jiwa seseorang bisa beresonansi dan ikut menggetarkan jiwa pasangannya, satu frekuensi dan satu dimensi menghasilkan paduan jiwa sejati (halah opo yo maksude?)

Dulu kala, waktu jamannya masih muda sekolah, pernah ditolak oleh …hmmm…ntar dulu dihitung dulu….ditolak sebanyak 24 kali dengan alasan mau konsen blajar dulu, 19 kali karena dianggap kurang tinggi keren(halah), 10 kali ditolak karena bisanya cuman naek angkot, 10 kali karena sudah punya pacar, 7 kali dengan alasan dah pernah nolak, 3 kali disuruh cari alasan sendiri kenapa ditolak (dan harus dikumpulkan dalam waktu satu jam) dan sekali karena tidak sehati dan sejiwa….
Apa itu alasan tidak sejiwa atau sehati (dulu dijawab: emangnya kita kembar siam, 2 orang hanya punya satu hati, jawaban seadanya dan wagu banget…he3x) sekarang pun mungkin masih dijawab seperti itu, hayah, manusia berkembang, jiwa dan kepribadiannya pun berkembang, katanya itu parameter yg nunjukin seberapa dewasa diri anda…

Sepasang kekasih, menunjukan sebuah harmoni dan sinergi sebagai pancaran bersatunya jiwa….

Trus gimana biar bisa mendengar suara hati pasangan? yang ini terus terang ga bisa dijawab sekarang, karena pada saat sekarang ini lagi mencari pasangan dan menyusuri jiwa-jiwa untuk mendapatkan hati…hanya bisa berucap :

hatiku kosong tanpa ada jiwa yang mengisi

hanya jiwamu yang mengisi sudut hatiku

suara,tatapan, dan wajahmu selalu tersimpan…

dalam hati

menjejali hati, meniadakan emosi

meninggalkan kerinduan sejati

hanya untuk menanti

akan sebuah pasti…..

nanti

========================================

Hari diisi dengan sepenuh hati

One Response to “Hati berbicara, Jiwa Mendengar”

  1. Aries Says:

    24x ditolak?? wah..rekor tu…berencana ditambah ga?kalo sampe 100, kupromosiin ke MURI :D

Leave a Reply