Menyalanya sebuah lampu

Tiap hari atau setidaknya tiap sore menjelang, ketika matahari sudah hampir tenggelam meninggalkan hari bersama kegelapan malam…  di jalan - jalan dan di rumah - rumah mulai terlihat cahaya lampu menerangi dunia menggantikan sang matahari….

Lampu, benda yang biasa dilihat dan digunakan, menyalakan lampu? anak kecil pun bisa, selintas proses yang sudah menjadi kebiasaan itu tampak sangat sederhana.. saklar ditekan maka menyalalah si lampu…..

Sebenarnya, menyalakan lampu itu sulit…. pertama, kalau tidak ada orang bernama Thomas Alfa Edison maka bola lampu dengan tingkat keandalan dan ketahanan yg lama… proses penemuan lampu oleh Pak Thomas itu panjang dan membuktikan satu tingkat kerumitan dalam menyalakan lampu…
Tidak berhenti pada sosok bernama Thomas Alfa Edison, untuk menyalakan lampu kita butuh sosok seperti James Watt, Enrico Fermi, Carnot, sampai Herman Daniel Ibrahim…

Menyalanya sebuah lampu membutuhkan tenaga yang disebut sebagai listrik… Listrik dihasilkan dari sumber energi primer, mengubah energi primer menjadi energi listrik melalui peralatan turbin dan generator masing - masing memiliki tingkat kerumitan tersendiri berdasarkan jenis sumber energi primernya, entah air, angin, matahari, panas bumi, batubara, diesel, gas, biomassa ataupun nuklir memerlukan perhitungan yang cermat dalam membangunnya, tambah satu lagi bukan kerumitan menyalakan lampu….

Pembangkit Tenaga Listrik karena faktor keselamatan dan sumber energi primernya maka biasanya terletak jauh dari pemukiman penduduk…  Terus, bagaimana bisa lampu itu menyala? Bagaimana listrik bisa sampai di rumah kita? ya pakai kabel lah…baik kabel udara maupun kabel bawah tanah (under ground cable) itu namanya sistem transmisi dan distribusi tenaga listrik… pernah dengar SUTET, Gardu Induk atau Trafo alias transformator…itu semua adalah beberapa istilah dalam transmisi dan distribusi.

Sambungan Udara Tegangan Ekstra Tinggi atau SUTET adalah bagian dari transmisi, Transmisi tenaga listrik harus dilakukan pada tegangan tinggi untuk menekan hilangnya daya, karena transmisi dilakukan untuk jarak jauh… SUTET sendiri memiliki tegangan sampai 500 kV, setingkat di bawahnya adalah Sambungan Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Indonesia ada yang 70 kV (sistem lama) dan 150 kV (sistem baru), Sistem transmisi pada satu titik akan berubah menjadi sistem distribusi, titik itu terjadi ketika daerah di sekitar titik itu adalah pemukiman.

Titik ketika Sistem transmisi berubah menjadi sistem distribusi adalah Gardu Induk. Di sini tegangan transmisi diturunkan menjadi 20 kV dan disalurkan ke Trafo distribusi. Trafo distribusi inilah yang akan mengalirkan listrik ke rumah - rumah dengan tegangan 220 volt.

Transformator atau trafo adalah alat penting dalam sistem transmisi dan distribusi, trafo berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan sehingga memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Jadi, Menyalanya sebuah lampu di rumah…bukan hal biasa tapi sesuatu yang sangat kompleks dan sungguh luar biasa!!!!

==ingat 17 22 ==

Leave a Reply